cemeti-logo-black
IMPSSBLPRJCT: AFFIRMING THE CRISIS (PREFACE)
Cemeti Institut untuk Seni dan Masyarakat

IMPSSBLPRJCT
"Afirmasi Krisis"

Sasaran Proyek Mustahil ialah menempatkan “(yang) mustahil” dan “kemustahilan” sebagai subject matter, menjadikan keduanya sebagai fokus penerjemahan seni sesuai dengan konteks aktual dari keadaan-keadaan masyarakat kontemporer. Bukan hanya untuk mencapai antitesis dari “kemungkinan”, proyek ini bertujuan mendekonstruksi “(yang) mustahil” untuk menjadikannya gaya ungkap dan ekspresi potensial yang memberdayakan; memperlakukan “(yang) mustahil” lebih sebagai strategi estetik daripada sekadar taktik artistik, dalam rangka menciptakan karya seni kolektif yang di dalamnya dapat terjadi suatu olah-gagasan bersama yang menekankan keterlibatan semua pihak dengan setara.

Subsidi untuk para seniman dalam rangka Proyek Mustahil ini diharapkan dapat mendorong produktivitas seniman-seniman yang potensial. Kami terutama mengamini sejumlah praktik seni yang melihat situasi krisis sebagai titik tolak untuk menjelajahi gaya ungkap baru. Gaya-gaya baru yang diharapkan bukanlah karya-karya yang berorientasi pada penemuan solusi terhadap situasi krisis, melainkan keluaran yang membawa hasrat untuk menegaskan fakta sekaligus mengafirmasi keadaan, dan memberikan cara pandang positif terhadap situasi tersebut. Dengan demikian, kami berharap produktivitas seni menjadi lebih mengarah pada upaya refleksi kritis daripada sekadar simplifikasi pragmatis.

Dalam rangka mempresentasikan gagasan ini ke dalam bentuk sajian pameran, Proyek Mustahil akan menyelenggarakan sebuah pameran kelompok dengan judul “Afirmasi Krisis – Membahasakan yang Mustahil”, yang di dalamnya sejumlah keluaran dari simulasi proyek ini dan karya-karya dari seniman undangan akan dipamerkan bersama-sama.

Cemeti Institute for Art and Society

IMPSSBLPRJCT
"Affirming The Crisis"

Through this <previous-next> project, Extended.Asia makes the endeavor of space reenactment and working conditions as a performative process. The tradition of “open studio” is redefined as a framed event rather than just opening up opportunities for communication occurs.

The inclusion of digital elements and activities equipped with the internet is intended as part of the main artistic event in the context of “performance art”. Communication between the public and subjects on the computer screen, which could be possible in the situation and space construction of “Extended.Asia studio”, is directly framed as artwork. That is, interactivity is not merely an extension of the artwork’s value, but it is the substance of the artwork. Likewise, the internet is not positioned as an apparatus to extend the possibility for the public to reach “footnotes” of the artworks outside the gallery, but “deified” as part of the gallery event, a celebration of the phenomenon of today’s social media community.

And the mural that lies as the background of this “situated studio” becomes a concretization of the cybernetic framework offering a constructional visual language. It shows clearly that the concept is basically the work itself. Extended.Asia is on track to make “production process” rather than output as their main work.

EXTENDED.ASIA

Extended Asia

Extended Asia adalah sebuah platform yang dikelola oleh empat seniman (Andang K., Aditya F.H., Theo N., dan Nissal N. A.) yang bekerja dari jarak jauh melalui koneksi internet. Berbentuk terminal daring (https://extended.asia/), platform ini mempertemukan para seniman audiovisual dan penikmat seni dari berbagai wilayah di Asia untuk memperluas kolaborasi lintas genre. Merespon era digital-internet, terlebih masa pandemi yang tak memungkinkan pertemuan fisik, Extended.Asia dikelola menjadi situs diskursif, kanal artistik, dan ruang praktis yang relevan bagi keberlangsungan aktivitas produksi dan eksibisi kesenian. Mereka menawarkan pengalaman menonton di layar komputer dan gawai sebagai ritual utama dalam menikmati suatu presentasi karya.

Extended Asia memposisikan teknologi digital-internet sebagai wahana untuk merayakan keterbatasan alih-alih solusi untuk mengatasi krisis dalam fenomena interaksi sosial baru yang kian meluas di zaman 4.0. Menerjemahkan kembali konsep liveness dengan membaurkan orientasi fisikal dengan mental teknologis dan logika prosumer, platform ini terutama bergerak pada praktik pengorganisasian dan kurasi konten karya para seniman kolaborator untuk membicarakan isu-isu mutakhir yang berhubungan dengan prasangka-prasangka teknologis, serta keterkaitannya dengan konteks sosio-ekonomi-politik sezaman, sebagai metode untuk membingkai imajinasi-imajinasi puitik dari gejala bahasa yang dimunculkan teknologi media. Mengafirmasi karakter chaos dari arus informasi masa kini, diskursus Extended.Asia menggaungkan logika bahasa arbitrer sebagai gaya ungkap yang bukan saja tentang bagaimana merepresentasikan gagasan-gagasan tertentu, tetapi juga memiliki daya hadir yang baru.

Di Proyek Mustahil, Extended Asia akan menyajikan pemetaan mengenai orientasi estetik, gagasan artistik, dan metode kerja mereka, dilengkapi dengan beberapa tayangan terkurasi dari arsip karya para kolaborator yang pernah terlibat bersama mereka, dan sejumlah sesi interaktif yang memungkinkan pertemuan langsung via layar komputer antara pengunjung pameran dan orang-orang di belakang platform ini.

Extended Asia

Extended Asia is a platform run by four artists (Andang Kelana, Aditya F.H., Theo Nugraha, and Nissal Nur Afryansah) who work remotely via internet connection. In the form of an online terminal that can be accessed on the website https://extended.asia/, this platform brings together audio-visual artists and art connoisseurs from various regions in Asia to expand collaboration across genres. To respond to the current digital-internet era, especially during the pandemic that requires us to minimize physical encounters, the Extended Asia platform is organized to become a discursive site, artistic channel, and practicable space relevant for sustainability of art productions and exhibitions. It offers the experience of watching on computer screens and gadgets as the ritual in enjoying artwork presentations.

Extended Asia positions digital-internet technology as a vehicle to celebrate limitations instead of solutions to overcome the crisis in the new social interaction phenomenon that is increasingly widespread in the 4.0 era. Redefining the concept of liveness by blending physical orientation with the technological way of thinking and prosumer logic, this platform organizes and curates the content of the works of collaborating artists to discuss current issues related to technological prejudices. These issues are also interpreted based on the actual social, economic and political context. It becomes a method for framing the poetic imaginations of the language phenomena raised by media technology. In affirmation of the chaotic character of the nowaday information flow, the platform echoes the logic of arbitrary language as a style of expression that is useful, not only for representing something but also for generating a new kind of presence.

In Proyek Mustahil, Extended.Asia will present a mapping of their aesthetic orientation, artistic ideas, and work methods, complemented by curated footage from the archives of the collaborators they have worked with, and several interactive sessions that allow face-to-face encounters via computer screens between exhibition visitors and the people behind this platform.

previous-next

Melalui proyek bertajuk <previous-next> ini, Extended.Asia menjadikan upaya pemeragaan ruang dan kondisi kerja sebagai suatu proses performatif. Tradisi “open studio” didefinisikan kembali sebagai sebuah peristiwa yang terbingkai, alih-alih semata membuka kesempatan untuk terjadinya komunikasi. Penyertaan elemen dan aktivitas digital dengan kelengkapan jaringan internet diniatkan sebagai bagian dari peristiwa artistik yang utama dalam konteks “seni performans”. Komunikasi antara publik dan subjek-subjek di layar komputer, yang dimungkinkan dalam situasi dan konstruksi ruang dari “studio Extended.Asia”, secara langsung dibingkai sebagai karya. Artinya, interaktivitas bukanlah semata perpanjangan nilai karya, melainkan intisari dari karya tersebut. Begitu pun dengan jaringan internet, bukan diposisikan sebagai aparatus untuk memperpanjang kemungkinan bagi publik untuk menggapai “catatan-catatan kaki” dari karya yang berada di luar ruang sajian (galeri), tetapi “dikultuskan” sebagai bagian dari peristiwa ruang pamer sebagai bentuk perayaan atas gejala masyarakat media hari ini. Dan mural yang membentang sebagai latar dari “studio tersituasi” ini menjadi konkretisasi kerangka sibernetik untuk menawarkan bahasa visual konstruksional, menunjukkan secara jelas bagaimana konsep, pada dasarnya, adalah karya itu sendiri. Extended.Asia berada pada jalur untuk menjadikan “proses produksi”, ketimbang output, sebagai karya utama mereka.

Through this project entitled <previous-next>, Extended.Asia makes the effort to demonstrate space and working conditions as a performative process. The tradition of “open studio” is redefined as an event that is framed, rather than merely opening up opportunities for communication to occur. The inclusion of digital elements and activities with the complete internet network is intended as part of the main artistic event in the context of “performance art”. Communication between the public and the subjects on the computer screen, which is possible in the situation and space construction of “Extended.Asia studio”, is directly framed as artwork. That is, interactivity is not merely an extension of the value of the work, but the essence of the work. Likewise, with the internet network, it is not positioned as an apparatus to extend the possibility for the public to reach “footnotes” of works that are outside the presentation room (gallery), but “cult” as part of the exhibition room event as a form of celebration of the phenomenon of today’s media community. And the mural that stretches as the background of this “situated studio” becomes a concretization of the cybernetic framework to offer a constructional visual language, showing clearly how the concept, in essence, is the work itself. Extended.Asia is on track to make “production process”, rather than output, their main work.

KATALOG / CATALOGUE

[dflip id="2125" ][/dflip]
error: Content is protected !!